Tangga Kehidupan
Mengibaratan kehidupan seperti layaknya sebuah tangga. Untuk dapat sampai puncak diperlukan perjuangan, pengorbanan yang tidak mudah. Merasa sedih, kecewa, marah, menyesal, menyalahkan diri sendiri, terpuruk dan lain sebagainya adalah suatu hal yang manusiawi. Tapi, sekarang bagaimana caranya agar tidak terus-menerus hanya menetap pada kondisi toxic tersebut. Begitu meresapi dan menikmati keadaan ini, karena sadar bahwa kehidupan bukan persoalan senang-senang saja, ketawa-ketawa saja, mudah-mudah saja.
Pun merasakan bahwa telah banyak berdatangan kesempatan-kesempatan baik yang menghampiri kehidupan. Tapi merasa justru menyiakan-nyiakan kesempatan baik itu. Terkadang bingung pada diri sendiri, bingung membedakan antara cita-cita dengan keinginan. Keinginan yang ada antara keinginan diri sendiri atau keinginan orang lain. Terlalu sibuk mengurusi orang lain, menjaga hati orang lain, memahami orang lain, sampai-sampai lupa pada diri sendiri. Dan mengabaikan bisikan hati~
Comments
Post a Comment